Jumat, 30 September 2016

Mencintai tak harus memiliki


Diceritakan,ada seorang pemuda yang sangat baik hati di kota madinah. Dimadinah,ia mengenal seorang wanita yang dikenalnya sebagai wanita mukminah,sholihah. Sehingga ,wanita ini ada tempat tersendiri di hatinya.
Tapi bagaimanapun juga,namanya seorang pengembara,sedikit banyak ia merasa asing di kota suci itu.Karna ia bukanlah seorang yang dilahirkan di Madinah,ia  tumbuh besar di luar Madinah.
Madinah memiliki adat,rasa bahasa,dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya.Ia berpikir,jika dirinya ingin melamar seorang gadis pribumi tentu membutuhkan seseorang yang bisa menjadi juru bicaranya.Harus ada seseorang yang akrab dengan tradisi madinah berbicara untuknya dalam melamar. Akhirnya ia memilih Saif sebagai juru bicaranya.Yang kebetulan adalah abang angkatnya.

"subhanalloh...walhamdulillah", girang saif mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup,keduanya beriringan menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota madinah.Rumah seorang wanita yang sholihah lagi bertaqwa.
"Saya adalah saif,dan ini adalah saudara saya Lukman, kelahiran Australia. Alloh telah memuliakannya dengan islam dan ia juga telah memuliakan islam dengan amal dan mengobati penduduk sini. Dia seorang dokter spesialis jantung. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri anda untuk dipersuntingnya.", Sangat fasih sekali Saif bicara dalam logat arabnya yang paling murni.
"Adalah kehormatan bagi kami." Ucap tuan rumah,"menerima anda berdua.Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan sseorang dokter spesialis jantung.Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada putri kami."Tuan rumah yang memberi isyarat kearah hijab yang dibelakangnya.sang putri menanti dengan segala debar hati.
"Maafkan kami atas keterusterangan ini",kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili putrinya. " Tetapi karna anda berdua yang datang,maka dengan mengharap ridho alloh saya menjawab bahwa putri kami menolak pinangan Lukman. Namun jika yang melamar putri kami adalah Saif,putri kami tidak menolaknya."



Jelas sudah keterusterangan yang sangat mengejutkan,ironis,sekaligus indah. Sang putri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Seorang guru biasa di sekolah menengah,madinah.
Bukankah itu sangat mengejutkan dan ironis,kawan ?
Indah karna satu alasan:reaksi lukman.Bayangkan sebuah perasaan,dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran:bahwa dia belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Ia bilang :
    "Allohu Akbar!"saru salman, " semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Saif,dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian"
    ........
    Pernahkah kamu merasakan,bahwa kamu mencintai seseorang ,meski kamu tahu ia tak sendiri lagi,dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,tapi kamu tetap mencintainya.
    Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti,tapi ia tetap pergi.
    Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,tersenyum kala terluka,menangis kala bahagia,bersedih kala bersama,tertawa kala berpisah.Kita pernah tersenyum meski kita terluka, karna kita yakin allohtak menjadikannya untuk kita. Kita kita pernah menangis kala bahagia,karna kita takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,begitulah perasaan cinta.
     Kesimpulannya : Berani mencintai berani menerima resiko untuk tidak dicintai.Cinta memang tidak harus memiliki,karna cinta bukanlah segalanya.

    Baca juga :

    Tidak ada komentar: